Membangun Komitmen Pegawai

30/08/2011 11:02:48

Mendapatkan pegawai yang memiliki komitmen adalah impian tiap perusahaan. Namun bukan perkara yang mudah bagi kita untuk membangun komitmen pegawai terhadap perusahaan. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa membantu perusahaan membangun komitmen pegawainya.

1. People-First Value

Buatlah kebijakan yang selaras dan mendukung nilai-nilai filosofi People-First kepada para manajer dan jajarannya. Keyakinan bahwa perusahaan menempatkan kepentingan pegawai akan mendorong pegawai anda untuk juga menempatkan kepentingan perusahaan sebagai prioritas.

2. Two-Way Communication/Guaranteed Fair Team

Komitmen muncul karena adanya kepercayaan, dan kepercayaan membutuhkan komunikasi dua arah. Terima dan diskusikanlah masukan-masukan mereka sebagai bagian dari rencana dan keputusan anda.

3. Creation of Sense of Community Among Employees

Bangun rasa kebersamaan pegawai anda dengan melibatkan mereka untuk turut peka terhadap kondisi perusahaan, baik saat suka, kritis maupun duka. Rasa memiliki yang kuat akan mendorong pegawai anda ikut aktif dalam upaya membangun perusahaan.

4. Exhaustive "Value-Based Hiring"

Perusahaan yang memiliki pegawai berkomitmen tinggi tahu bahwa waktu yang tepat untuk mulai membangun komitmen adalah sebelum--bukan setelah--pegawai direkrut. Buatlah sistem perekrutan yang membantu anda mendapatkan kandidat dengan nilai-nilai yang sejalan dengan perusahaan.

5. Employee Security

Berikan rasa aman bagi pegawai anda, yakinkan bahwa selama mereka bekerja dengan baik bagi perusahaan, maka posisi pekerjaan mereka akan aman dan memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai karir yang diinginkan di perusahaan.

6. Rewards

Bangunlah rencana sistem rewards yang mendorong pegawai anda berpikir bahwa mereka adalah mitra perusahaan.

7. Employee Self-Actualization

Walau dalam teori Maslow, Self Actualization ada di puncak piramida, bukan berarti anda baru memberi kesempatan pegawai anda untuk mengaktualisasikan diri setelah mereka memiliki posisi tinggi. Berikan kesempatan kepada pegawai anda untuk menggunakan keterampilan dan bakat mereka secara penuh dalam menyelesaikan tugas mereka sejak dini.

Sebagai penutup, saya kutip filosofi Edwin Land, pendiri dan CEO Polaroid Corporation dalam mengelola sumber daya manusia dan menjadi landasan bagi perusahaan dan para manajernya dalam membuat kebijakan-kebijakan terkait pengelolaan sumber daya:

"To give everyone working for the company a personal opportunity within the company for full exercise of his talents--to express his opinions, to share in the of the company as far as his capacity permits, and to earn enough money so that the need for earning more will not always be the first thing on his mind. The opportunity, in short, to make his work here a fully rewarding and important part of his life."

Sumber : Human Resource Management, Gary Dessler



Bina Potensia Indonesia

Tags : Training

Artikel Selanjutnya : Strategi Kepemimpinan Ala "Jack Welch"

Artikel Sebelumnya


Komentar




Ada satu hal yang tetap lebih penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan melebihi metode-metode cemerlang, yakni kemauan keras untuk menemukan kebenaran, apapun itu

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Inovasi Partnership Training SDM Assessment Leadership Management