Penerapan Knowledge Management Dalam Organisasi

05/11/2019 01:13:46

Kadang suatu perusahaan dihadapkan pada kondisi perfoma bisnisnya menurun akibat produknya kalah bersaing dan banyaknya keluhan dari pelanggan. Setelah dilakukan analisa, ditemukan bahwa penyebab masalah ini karena beberapa karyawan yang memegang peran penting dalam core bisnis perusahaan telah mengundurkan diri, pindah ke perusahaan pesaing. Di sisi lain, tim yang tersedia dinilai kurang kompeten dan kurang inovatif untuk menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis.

Fenomena di atas merupakan salah satu kasus yang sering dihadapi perusahaan di era war for talent. Untuk mengantisipasinya, selain membuat sistem untuk mempertahankan talent, perusahaan juga perlu membangun Knowledge Management (KM), agar tidak bergantung pada personel tertentu dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya suatu inovasi. Knowledge Management merupakan kegiatan organisasi dalam mengelola pengetahuan sebagai aset, disertai dengan penyaluran pengetahuan yang tepat kepada orang yang tepat dan dalam waktu yang cepat, hingga anggota organisasi bisa saling berinteraksi, berbagi pengetahuan dan mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari demi peningkatan kinerja organisasi. Dengan adanya KM, pengetahuan maupun pengalaman-pengalaman kerja para karyawan maupun perusahaan dapat dikelola dan dikembangkan menjadi bahan inovasi untuk meningkatkan keunggulan bisnis perusahaan baik dari sisi input, proses maupun output (produk atau jasa) yang dihasilkannya.
Penerapan KM yang efektif dapat memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan kinerja dan pengembangan bisnis perusahaan. Berikut adalah indikator perlunya KM dan bagaimana pengelolaannya:

  1. KM mulai dibutuhkan ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja yang diakibatkan kesalahan dan kegagalan akibat cara yang biasa dilakukan berulang-ulang (Business as Usual). Dalam situasi ini KM diperlukan untuk membantu perusahaan/organisasi memahami apa saja proses, jenis pekerjaan dan cara kerja yang membuat kinerja menurun. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mulai membangun keterbukaan, sharing informasi, serta budaya memberikan tanggapan dan bantuan dengan knowledge yang dimiliki masing-masing karyawan. Dalam KM perusahaan pun perlu mengidentifikasi karyawan yang memiliki pengetahuan untuk menyelesaikan masalah bisnis perusahaan serta menyimpan semua dokumen pembahasan masalah yang pernah dikerjakan dengan sistematis dan rapi.
  2. KM dibutuhkan terutama saat banyak key person keluar bersama dengan pengetahuan yang dimilikinya (knowledge walkout). Perusahaan hanyalah bangunan kantor, meja, sistem, alat dan benda mati lainnya yang tidak akan bermanfaat jika tidak ada peran manusia yang memberikan nilai tambah. Dalam hal ini KM berperan sebagai media untuk menyimpan dan menyebarkan semua pengetahuan yang mendukung kelancaran bisnis perusahaan ke semua karyawan dalam perusahaan. Pengetahuan dapat dipertahankan melalui KM berupa pendampingan dari orang yang memiliki pengetahuan penting terhadap kadernya, mendokumentasikan best practice yang ada, serta membangun kebiasaan sharing knowledge di semua lini/unit dalam organisasi.
  3. Ketika perusahaan tidak mampu berkompetisi karena pesaing melakukan pendekatan yang lebih kreatif dan radikal yang mengikis portofolio bisnis, maka KM diharapkan dapat berperan sebagai strategic tools untuk menciptakan inovasi dalam perusahaan. Inovasi dapat terbentuk dari penciptaaan nilai tambah secara konsisten, fokus dan terstruktur.

Dengan demikian KM merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan perusahaan dalam menyelesaikan hambatan maupun untuk mengantisipasi masalah dalam kinerja dan bisnis perusahaan.

Referensi:

  1. Akhavan, P., & Pezeshkan, A. Knowledge Management Critical Failure Factors: A multi-case study. 2014
  2. Edvardsson, I., & Durst, S. The Benefits of Knowledge Management in Small and Medium-Sized Enterprises, Procedia -Social and Behavioral Sciences. 2013
  3. Fernandez, Irma Becerra. Sabherwal, Rajiv. Knowledge Management Systems and Processes. M.E Sharpe, Inc. 2010.
  4. Bitkowska, A. Innovativeness in Knowledge Management. 2010
  5. Nowacki, R. (Ed.), Innovation in Management and Enterprises Competitiveness. 2010
Tags : SDM, Management, Training


Artikel Sebelumnya


Komentar




Orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang melihat tujuannya dengan jelas dan menjurus kearahnya tanpa menyimpang.

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Inovasi Partnership Assessment Training SDM Leadership Management