Menjaga Eksistensi & Meningkatkan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Melalui Talent Management

05/03/2012 22:24:30

Tuntutan terhadap rumah sakit untuk menjadi organisasi sosio-ekonomi merupakan cerminan perilaku masyarakat yang menyadari pentingnya nilai kesehatan dan menuntut pelayanan optimal bagi pemeliharaan kesehatan mereka. Di era modern ini, masyarakat tidak hanya menuntut ketersediaan obat-obatan dan tenaga medis bagi kebutuhan kesehatan mereka, akan tetapi perhatian dan hubungan yang juga dipercaya akan membantu pemulihan kondisi mereka. Ketidakpuasan terhadap satu institusi rumah sakit, tidak hanya bersumber pada ketidakcakapan tenaga medis/paramedis, ketersediaan sarana prasarana, melainkan sampai dengan penilaian terhadap kerjasama tim, komunikasi, perhatian sebagai paket yang dianggap "tidak terpisahkan" bagi kesembuhan seseorang.

Departemen Kesehatan (dikutip dari KabarBisnis.com, 2011) menjelaskan di tahun 2010, sekitar 2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri, yang setidaknya menghabiskan dana pribadi sekitar 40 triliun. Seminar Nasional "Kiat Membangun Rumah Sakit Indonesia yang Tangguh di Era Persaingan Global" (Suara Pembaharuan, 2012), memaparkan 70% masyarakat mampu di Indonesia berobat ke luar negeri. Alasan berobat ke luar negeri antara lain faktor komunikasi efektif antara tenaga medis/paramedis kepada pasien (dan keluarga pasien), kerja tim yang secara psikologis memuaskan pasien. Alasan-alasan tersebut tentu harus menjadi pertimbangan setiap rumah sakit di Indonesia dalam meningkatkan standar pelayanan tenaga dokter/perawat, sarana/prasarana kesehatan serta diimbangi dengan peningkatan aspek antara lain customer service, komunikasi efektif, team building.

Mayo Clinic, yang telah diakui secara internasional sebagai 1st world class service organization (Berry, Leornard & Seltman, Kent; 2008) menegaskan keunggulan rumah sakit ditentukan dari kemampuannya membangun budaya yang berorientasi pada keutamaan pasien (patient legacy). Pengembangan dan kreativitas metodologi, teknologi serta pengelolaan rumah sakit, diarahkan pada optimalisasi pelayanan kesehatan dan kesejahteraan pasien. Pendekatan komprehensif dibutuhkan untuk mengelola rumah sakit sebagai satu institusi multidisiplin, dengan melibatkan pemahaman terhadap SDM dan kompetensinya, budaya organisasi serta yang penting adalah sistem talent management RS.

Sebagai kesimpulan, keberhasilan rumah sakit mempertahankan eksistensinya di tengah dinamika kehidupan global, bermuara pada tiga faktor utama, yaitu:

  • Keberhasilan mengidentifikasi dan mengembangkan SDM kompeten dari segi kemampuan teknis, kepemimpinan dan kerja tim, serta sikap kerja yang mengutamakan kesembuhan dan keselamatan pasien.
  • Keberhasilan menciptakan sistem yang tepat guna dan efisien untuk mengembangkan dan mempertahankan SDM kompeten tersebut, dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah keprofesian, sebagai warna dominan di dunia rumah sakit.
  • Membangun budaya organisasi yang kuat hubungannya dengan perilaku kerja keseharian, khususnya melayani dan berkomunikasi dengan pasien.



Bina Potensia Indonesia

Tags : Leadership

Artikel Selanjutnya : Kebahagiaan

Artikel Sebelumnya


Komentar




Orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang melihat tujuannya dengan jelas dan menjurus kearahnya tanpa menyimpang.

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Inovasi Partnership Training SDM Assessment Leadership Management