Empowerment

21/11/2013 21:46:06

Empowerment, merupakan istilah yang cukup populer dalam bidang manajemen khususnya manajemen Sumber Daya Manusia. Banyak penafsiran tentang empowerment. Dan salah satu penafsiran yang dikenal oleh sebagian besar dari kita adalah empowerment sebagai pendelegasian wewenang dari atasan kepada bawahan. Apakah benar demikian? Marilah kita lihat pengertian yang benar tentang empowerment.


1. Pengertian

Richard Carver, Managing Director dari Coverdale Organization mendefinisikan empowerment sebagai mendorong dan membolehkan seseorang untuk mengambil tanggung jawab secara pribadi untuk meningkatkan atau memperbaiki cara-cara menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kontribusi dalam pencapaian sasaran organisasi. Empowerment memerlukan penciptaan budaya yang mendorong pegawai dalam setiap tingkatan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dan membantu pegawai untuk percaya diri dan kemampuan untuk melakukan perubahan.


Selain pengertian yang telah disampaikan oleh Richard Carver, ada beberapa pengertian atau pemahaman lain tentang empowerment. Namun semua definisi yang ada secara prinsip memiliki kesamaan yaitu bahwa empowerment mengandung unsur-unsur sebagai berikut :


Adanya pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab untuk membuat keputusan yang didukung oleh sumber daya yang memadai.

Adanya kontrol atas pelimpahan kewenangan dari manajemen.

Adanya penciptaan lingkungan agar pegawai dapat memanfaatkan kemampuan atau kompetensinya secara maksimum untuk mencapai sasaran organisasi.


2. Mengapa Empowerment penting?

Empowerment dalam segala bentuknya, secara perlahan mengalami evolusi. Sejak tahun 1980 an, perkembangan dalam dunia bisnis mendorong empowerment menjadi semakin penting. Kewenangan dan tanggung jawab yang terpusat menyebabkan organisasi kurang lincah dalam mengambil keputusan. Respon terhadap perubahan lingkungan yang semakin cepat sering lambat, sehingga berdampak pada banyaknya peluang bisnis yang tidak dapat dimanfaatkan.


Empowerment menjadi penting karena antara lain :

  • Menjadikan organisasi lebih responsif terhadap perubahan pasar.
  • Mengurangi layer organisasi (birokrasi) dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya.
  • Mendorong pegawai dari berbagai latar belakang pendidikan dan kompetensi untuk saling bekerja sama dengan pengawasan yang minim.
  • Memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada top manajemen untuk berpikir hal-hal strategis.
  • Meningkatkan kemampuan organisasi dalam persaingan.
  • Mengakomodasi harapan dari pegawai yang memiliki kemampuan tinggi.


3. Kesalahan umum dalam mengiterpretasikan empowerment

Walaupun istilah empowerment bukan istilah baru, namun tidak sedikit diantara kita yang masih keliru dalam menginterpretasikannya.


Empowerment bukan :

Delegasi

Penulis manajemen David Oates menjelaskan perbedaan delegasi dan empowerment. Delegasi adalah tindakan yang dilakukan oleh manajer, sedangkan empowerment apabila berjalan baik adalah tindakan yang dilakukan oleh bawahan. Sedangkan Jack Furrer, Direktur Sekolah Manajemen Perusahaan Multinasional Pharmasi Ciba-Geigy menyatakan bahwa delegasi sering atau bahkan pada umumnya tidak disertai dukungan (empowerment).


Tanggung Jawab

Paul Evans, Professor Organizational Behavior INSEAD Perancis, menyatakan bahwa responsibility saja bukanlah empowerment. Empowerment bukan hanya memberikan tanggung jawab lebih kepada bawahan. Adalah keliru apabila ada atasan yang memberikan tanggung jawab lebih kepada bawahan yang tidak memiliki skill dan kompetensi.


Penghematan Biaya (Cost Cutting)

Bernard Taylor dari Henley Management College mempertanyakan "Apakah empowerment merupakan bagian dari pengembangan bisnis atau penghematan biaya untuk memperoleh keuntungan jangka pendek?"


Empowerment adalah bagian dari pengembangan bisnis. Oleh karena itu, organisasi harus mempunyai visi yang jelas, diketahui dan dipahami pegawai, sehingga pegawai mempunyai kepastian bahwa pekerjaan untuk beberapa tahun kedepan masih tetap eksis. Masalah besar yang dihadapi oleh organisasi (perusahaan) untuk masa sekarang adalah bagaimana meningkatkan motivasi dan memperoleh komitmen dari pegawai untuk memberikan kontribusi yang optimal dalam pencapaian sasaran organisasi. Penghematan biaya bukanlah cara untuk meningkatkan motivasi dan komitmen, namun peningkatan motivasi dan komitmen karyawan dapat berdampak positif terhadap efisiensi. (SG.-)


(Sumber: The Power of Empowerment - By David Clutterbuck)

Tags : Leadership, Management

Artikel Selanjutnya : Penilaian Kinerja

Artikel Sebelumnya


Komentar




Ada satu hal yang tetap lebih penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan melebihi metode-metode cemerlang, yakni kemauan keras untuk menemukan kebenaran, apapun itu

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Inovasi Partnership Training SDM Assessment Leadership Management