Penilaian Kinerja

17/01/2014 21:56:55

Penilaian kinerja adalah proses pengukuran pencapaian kinerja pegawai untuk mengetahui sejauh mana pegawai mencapai sasaran yang telah disepakati antara atasan dan bawahan.


Mengapa Penilaian Kinerja


Dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan baik sasaran jangka pendek maupun jangka panjang, setiap organisasi memiliki program-program. Idealnya, sasaran dapat dicapai sesuai rencana. Untuk itu, secara berkala perlu dilakukan monitoring untuk mengetahui sejauh mana sasaran telah dicapai. Dengan monitoring, dapat diketahui pula terjadinya penyimpangan terhadap pencapaian sasaran dan penyebabnya, sehingga langkah perbaikan dapat segera diambil.


Penilaian kinerja dapat memberikan informasi yang diperlukan dalam monitoring pelaksanaan program. Data penilaian kinerja dapat digunakan sebagai masukan dalam mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan, sehingga manajemen dapat menentukan langkah-langkah perbaikan. Karena penilaian kinerja dilakukan secara periodik, maka terjadinya penyimpangan dapat dideteksi lebih dini. Dengan demikian penyimpangan yang lebih parah pada akhir program dapat dihindari, atau setidaknya dapat diminimalisir.



Apa Yang Dinilai


Pada dasarnya yang dinilai dalam penilaian kinerja adalah hasil (result), sepeti jumlah penjualan, tingkat produksi, kualitas produksi, kepuasan pelanggan, dll. Namun dalam perkembangannya, penilaian kinerja tidak hanya menilai hasil. Selain hasil, dalam penilaian kinerja juga dapat dilakukan penilaian aspek lainnya seperti:

Keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge) dan kemampuan (ability) seperti leadership, job knowledge, kreativitas, dll.

Behavior, seperti kepatuhan terhadap aturan, disiplin, dll. Jenis dan jumlah aspek yang dinilai dalam penilaian kinerja sangat tergantung pada kebutuhan organisasi dan tujuan dilaksanakannya penilaian kinerja.


Tujuan Penilaian Kinerja


John M. Ivancevich (2003) menyebutkan ada 6 tujuan pelaksanaan penilaian kinerja yaitu:

Development

Hasil penilaian kinerja dapat memberikan informasi kepada manajemen tentang pegawai yang memerlukan pengembangan melalui pelatihan. Disisi lain, hasil penilaian kinerja juga dapat dipakai sebagai alat untuk menilai efektivitas program pelatihan. Sejauh mana program pelatihan yang diselenggarakan selama ini telah memberikan pengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan dapat diketahui dari hasil penilaian kinerja pegawai. Penilaian kinerja juga dapat dimanfaatkan oleh atasan dalam melaksanakan program konseling guna membantu karyawan untuk meningkatkan atau memperbaiki kinerjanya.

Motivation

Hasil penilaian kinerja dapat dipakai untuk memotivasi karyawan agar bekerja lebih baik. Atasan dapat memanfaatkan hasil penilaian kinerja karyawan yang tidak mencapai sasaran kinerjanya untuk mendorong karyawan yang bersangkutan lebih meningkatkan usahanya sehingga pada akhir periode sasaran kinerja dapat dicapai.

Human Resource and Employment Planning

Hasil penilaian kinerja pegawai dapat dijadikan masukan dalam penyusunan perencanaan pegawai. Tidak tercapainya kinerja pegawai akan berdampak pada tidak tercapainya kinerja organisasi. Apabila hal ini terjadi, berarti ada masalah kepegawaian, dan untuk mensolusi masalah tersebut perencanaan pegawai untuk periode yang akan datang perlu mempertimbangkan hasil penilaian kinerja pegawai.

Communications

Dalam proses perencanaan, review periodik, evaluasi penilaian kinerja dan penyampaian feedback, selalu terjadi komunikasi antara atasan dan bawahan. Melalui komunikasi seperti ini, diharapkan atasan dan bawahan dapat saling memahami kondisi (kekuatan dan kelemahan) masing-masing.

Legal Compliance

Hasil penilaian kinerja dapat menjadi dasar yang sah bagi pengelola kepegawaian atau pejabat yang berwenang untuk mempromosikan dan memutasikan pegawai, serta memberikan penghargaan dan hukuman kepada pegawai.

HRM Research

Hasil penilaian kinerja dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai efektivitas proses rekrutmen pegawai dan mem-validasi alat-alat test yang digunakan dalam seleksi pegawai. Apabila hasil penilaian kinerja pegawai menunjukkan sasaran kinerja individu dan organisasi tidak tercapai, dimungkinkan alat-alat test yang digunakan dalam seleksi tidak valid. Untuk itu perlu disempurnakan.  (SG.-)


(Sumber: Human Resource Management - John M. Ivancevich)

Tags : Leadership

Artikel Selanjutnya : Kebijakan Kompensasi

Artikel Sebelumnya


Komentar




Orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang melihat tujuannya dengan jelas dan menjurus kearahnya tanpa menyimpang.

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Inovasi Partnership Training SDM Assessment Leadership Management