Kebijakan Kompensasi

22/01/2014 22:06:13

Kompensasi merupakan salah satu fungsi penting dalam Manajemen Sumber Daya Manusia. Prinsip dasar yang digunakan dalam kompensasi adalah pertukaran antara tenaga kerja dengan perusahaan. Tenaga kerja menggunakan keterampilan, pengetahuan dan kompetensinya untuk membantu perusahaan menyelesaikan pekerjaan guna mencapai keunggulan bersaing dalam mewujudkan visinya. Dilain pihak perusahaan menyediakan untuk pegawainya gaji dan tunjangan, lingkungan kerja yang nyaman, peluang untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, untuk membantu tenaga kerja dalam menyeimbangkan aktivitas pekerjaan dan aktivitas lainnya.

Secara garis besar kompensasi terdiri dari tiga kelompok. Pertama, adalah Cash Compensation yaitu kompensasi yang diterima langsung oleh tenaga kerja dalam bentuk uang (cash), seperti gaji (pokok), merit (cost of living) adjustment yaitu kenaikan gaji (pokok) yang besarnya ditentukan berdasarkan tingkat prestasi tenaga kerja, dan incentives yaitu tunjangan yang besarannya ditetapkan berdasarkan tingkat pencapaian kinerja individu. Kedua, adalah Benefits yang dapat berupa income protection (premi asuransi), work/life focus yaitu program yang dilaksanakan perusahaan untuk membantu agar tenaga kerja dapat menyeimbangkan atau mengintegrasikan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi/keluarga (seperti: program konseling), allowances atau fasilitas (seperti: fasilitas perumahan, kendaraan). Ketiga, adalah Rational Return yang berupa recognition & status, employment security, learning opportunity dan challenging work.

Sistem kompensasi yang baik harus dapat menciptakan keadilan baik dilihat dari sisi tenaga kerja maupun sisi manajemen. Tenaga kerja menilai bahwa kompensasi yang diterima sebanding dengan tanggung jawab atas pekerjaannya, dan perusahaan menilai bahwa kontribusi tenaga kerja terhadap pencapaian sasaran perusahaan cukup memadai, sebanding dengan kompensasi yang dibayar perusahaan. Disamping itu, kompensasi juga harus dapat menarik (attract) calon tenaga kerja untuk bergabung menjadi tenaga kerja perusahaan dan mendorong tenaga kerja termotivasi untuk bekerja dengan baik, sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal.

Oleh karena itu agar diperoleh sistem yang baik, sistem kompensasi perlu dirancang dengan cermat dan mempertimbangkan banyak hal.

Patton menyarankan bahwa dalam menetapkan kebijakan kompensasi perlu memperhatikan beberapa kriteria dibawah ini:

1. Adequate

Kompensasi harus memenuhi unsur kepantasan. Sistem kompensasi yang baik harus dinilai pantas oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Sekurang-kurangnya ada tiga pihak yang berkepentingan dalam menentukan kepantasan sistem kompensasi yaitu pemerintah, manajemen dan tenaga kerja. Oleh karena itu, dalam proses penetapan kebijakan dan besaran kompensasi, manajemen atau perusahaan tidak dapat bertindak sepihak dengan hanya memperhatikan kepentingan perusahaan. Disamping memperhatikan kepentingan perusahaan seperti kemampuan keuangan perusahaan, manajemen juga harus mempertimbangkan kebijakan pemerintah.

2. Equitable

Kompensasi harus memenuhi unsur keadilan. Yang dimaksud adalah dalam sistem kompensasi setiap tenaga kerja harus diperlakukan secara adil (fair). Setiap tenaga kerja harus dibayar sesuai atau sebanding dengan tanggung jawab dan kontribusinya.

3. Balanced

Sebagaimana dijelaskan diatas, kompensasi dapat terdiri dari beberapa unsur seperti gaji pokok, insentif, bonus dan lain-lain. Antara masing-masing unsur kompensasi tersebut perlu keseimbangan. Maksudnya, perbandingan antara gaji, benefits dan bonus harus proporsional. Gaji minimal yang merupakan penghasilan tetap (bulanan) perlu mengacu kepada ketentuan dari yang berwenang setempat. Besaran benefit dan unsur kompensasi lainnya ditetapkan sebanding dengan gajinya.

4. Cost effective

Besaran kompensasi yang dibayarkan kepada tenaga kerja tidak boleh terlalu tinggi, sehingga melebihi kemampuan keuangan perusahaan. Demikian juga sebaiknya, perusahaan tidak boleh membayar kompensasi kepada tenaga kerjanya terlelu rendah.

5. Secure

Kompensasi harus dapat menjadikan tenaga kerja merasa aman dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sekurang-kurangnya kompensasi yang dibayarkan kepada tenaga kerja harus mampu memenuhi kebutuhan pokok (basic need) tenaga kerja dan keluarganya. Dalam menentukan besaran kompensasi, perusahaan perlu mempertimbangkan ketentuan upah minimal yang ditetapkan pemerintah.

6. Incentif providing

Dalam sistim kompensasi perlu terdapat komponen insentif yang dapat dijadikan alat untuk mendorong motivasi dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Komponen ini dibayarkan sesuai dengan tingkat pencapaian kinerja tenaga kerja yang bersangkutan.

7. Acceptable to the employee

Diluar kriteria-kriteria yang telah disebutkan diatas, tenaga kerja perlu memahami dan juga memaklumi mengapa perusahaan menetapkan kebijakan kompensasi yang demikian. Apabila unsur-unsur mulai dari nomor satu sampai dengan nomor enam tersebut di atas dipenuhi, tentunya tenaga kerja akan menerimanya. (SG).-


(Sumber: Human Resource Management - John M. Ivancevich)

Tags : Leadership, Management

Artikel Selanjutnya : Empowered Person

Artikel Sebelumnya


Komentar




List Komentar

MaryaDriff

19/08/2017 08:29:17

http://salexrumer.site/ Revolutional update of SEO/SMM software "XRumer 16.0 + XEvil": captcha breaking of Google, Facebook, Bing, Hotmail, SolveMedia, Yandex, and more than 8400 another types of captchas, with highest precision (80..100%) and

Orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang melihat tujuannya dengan jelas dan menjurus kearahnya tanpa menyimpang.

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Inovasi Partnership Training SDM Assessment Leadership Management