Evaluasi Pelatihan

07/03/2014 22:34:08

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fungsi penting dalam manajemen SDM, dilaksanakan dengan tujuan agar pegawai memiliki keterampilan cukup untuk melaksanakan tanggung jawabnya, membantu pegawai bekerja secara efektif dan mempersiapkan pegawai untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar. Mengingat pentingnya program ini, perusahaan setiap tahun mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit.


Pelatihan adalah salah satu program pengembangan yang banyak dilaksanakan perusahaan. Pelatihan merupakan usaha terencana untuk memberi kemudahan kepada pegawai melalui pembekalan pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaannya.


Berbagai jenis pelatihan setiap tahunnya dilaksanakan, namun tidak semua perusahaan melakukan evaluasi pelatihan secara menyeluruh dan sistematis.


Aspek yang perlu dievaluasi

Untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang efektivitas program pelatihan, sekurang-kurangnya ada empat aspek yang perlu dievaluasi yaitu:


1. Reaksi

Evaluasi reaksi adalah evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan. Pada dasarnya evaluasi ini mengukur tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap penyelenggaraan program pelatihan. Evaluasi reaksi meliputi kepuasan peserta tehadap materi pelatihan, kemampuan instruktur, fasilitas penyelenggaraan, jadwal pelaksanaan, manfaat pelatihan bagi peserta dan aspek lainnya. Disamping itu, evaluasi reaksi juga dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan program pelatihan. Oleh karena itu dalam evaluasi reaksi peserta diminta untuk memberikan masukan untuk perbaikan program. Evaluasi dilakukan pada akhir program pelatihan.


2. Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta dapat menyerap materi pelatihan. Indikator yang digunakan adalah perubahan sikap, peningkatan pengetahuan, dan atau keterampilan yang terjadi setelah pegawai mengikuti program pelatihan. Contoh, seberapa jauh perubahan sikap terjadi setelah pegawai mengikuti program pelatihan budaya perusahaan. Seberapa besar peningkatan pengetahuan dan keterampilan terjadi setelah pegawai mengikuti program pelatihan teknis. Dan seberapa jauh terjadi perubahan sikap dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan setelah pegawai mengikuti pelatihan leadership, motivation, and communication. Evaluasi pembelajaran dilakukan pada akhir pelatihan dan setelah pegawai kembali ke tempat kerja.


3. Perilaku

Evaluasi perilaku dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku (cara kerja) terjadi sebagai dampak dari keberhasilan program pelatihan. Evaluasi ini dilakukan setelah pegawai kembali ke tempat kerja. Perubahan perilaku tidak sepenuhnya ditentukan oleh keberhasilan penyelenggaraan pelatihan (aspek reaksi dan pembelajaran), namun juga ditentukan oleh faktor lain yang lebih dominan, yaitu faktor pegawai dan iklim atau lingkungan kerja. Dari sisi pegawai, faktor keinginan pegawai untuk berubah, pemahaman pegawai tentang apa yang harus dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya, serta kesesuaian tempat kerja, sangat menentukan terjadinya perubahan perilaku. Sedangkan dari sisi iklim atau lingkungan kerja, perubahan perilaku pegawai dipengaruhi oleh sikap pimpinan terhadap bawahan.


Ada 5 sikap pimpinan yang dapat mempengaruhi tingkat perubahan perilaku pegawai yaitu:


a. Preventing:

Atasan melarang peserta pelatihan untuk mengimplementasikan apa yang diperoleh dari pelatihan. Atasan yang demikian mungkin dipengaruhi oleh budaya organisasi yang ditetapkan oleh top management, atau karena gaya kepemimpinan atasan tidak sesuai dengan apa yang diajarkan dalam pelatihan.


b. Discouraging:

Atasan tidak menolak bawahan melaksanakan hasil pelatihan, akan tetapi ia memberikan kesan tidak menghendaki terjadinya perubahan, sehingga bawahan tidak berani untuk melakukan perubahan. Hal ini bisa terjadi karena atasan bukan merupakan model perilaku seperti yang diajarkan dalam pelatihan.


c. Neutral:

Atasan bersifat netral kepada bawahan untuk melakukan perubahan. Atasan tidak keberatan bawahan mengadakan perubahan perilaku asal target pekerjaan tetap dapat dicapai. Namun biasanya atasan yang netral, akan melarang perubahan apabila hasilnya negatif.


d. Encouraging:

Atasan mendorong peserta pelatihan untuk belajar dan mengaplikasikan hasilnya dalam pekerjaan. Atasan mendiskusikan program dengan bawahan sebelum program dilaksanakan dan melakukan evaluasi setelah program dilaksanakan. Atasan mendorong bawahan dengan menyatakan bahwa ia tertarik dengan apa yang telah dipelajari dan menawarkan bantuan agar transfer dalam pekerjaan berjalan berhasil dengan baik.


e. Requiring:

Atasan mengetahui apa yang telah dipelajari oleh bawahan dan memastikan bahwa apa yang dipelajari dapat ditransfer dalam pekerjaan. Untuk terjadinya perubahan, kontrak belajar yang menyatakan apa yang akan dilaksanakan oleh bawahan disiapkan segera setelah bawahan melaksanakan pelatihan. Selama kontrak belajar berjalan, atasan melakukan monitoring pelaksanaannya, dan pada akhir program hasilnya dievaluasi.


Dari 5 kondisi sebagaimana diuraikan di atas, sikap encouraging dan requiring adalah yang ideal. Atasan yang mempunyai sikap demikian akan selalu berusaha semaksimal mungkin memfasilitasi dan mendorong terjadinya perubahan yang dapat meningkatkan kinerjanya.


4. Hasil

Yang dimaksud adalah evaluasi hasil akhir pelatihan yaitu seberapa besar dampak positif yang ditimbulkan, seperti seberapa besar peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas hasil kerja, penjualan, dan keuntungan, penurunan biaya, kecelakaan kerja, dan turn over pegawai. Hal ini penting untuk diketahui karena dapat dijadikan justifikasi perlunya pelatihan dilaksanakan. Oleh karena itu, dalam merancang pelatihan, sasaran akhir dari pelatihan perlu ditetapkan, walaupun beberapa program pelatihan mempunyai sasaran jangka panjang. Sebagai contoh, program pelatihan budaya perusahaan, leadership, komunikasi, motivasi, time management, empowerment, decision making hasilnya tidak dapat segera terlihat.


Dengan melakukan evaluasi reaksi, pembelajaran, perilaku dan hasil, kita dapat mengetahui sejauh mana efektivitas program pelatihan yang dilaksanakan. (SG.-)


(Sumber: Evaluating Training Program, by Donald L. Kirkpatrick)

Tags : Management, Training

Artikel Selanjutnya : Inovasi & Tantangan MSDM

Artikel Sebelumnya


Komentar




Realitas selalu lebih konservatif daripada ideologi.

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Inovasi Partnership Training SDM Assessment Leadership Management