Memahami Level Kompetensi

05/09/2016 17:36:48

Pada era persaingan global yang semakin dinamis, tidak dapat dipungkiri pentingnya keberadaan SDM Unggul (talent) untuk meningkatkan kapabilitas organisasi. Pemahaman tuntutan kompetensi di setiap pekerjaan, menjadi keharusan bagi setiap pimpinan perusahaan agar dapat terlibat sepenuhnya dalam mengembangkan kader-kader SDM yang potensial untuk melanjutkan kepentingan usaha dan/atau organisasi.

Kompetensi dipahami sebagai kumpulan perilaku efektif yang menjadi penentu keberhasilan seseorang dalam menjalankan perannya di organisasi. Secara garis besar, kompetensi terbagi atas kelompok perilaku-perilaku yang bersifat teknis (technical competencies) dan yang bersifat non-teknis (soft competencies). Soft competencies dapat dikelompokkan setidaknya menjadi tiga kelompok besar yaitu value driven competencies, leadership/managerial competencies serta specific soft competencies. Masing-masing kelompok kompetensi memiliki peran tersendiri dalam membentuk sikap dan keterampilan kerja karyawan.

Memahami kompetensi secara lengkap berarti memahami sejumlah komponen penting dalam kompetensi yaitu Nama (atau judul), Definisi (atau pengertian), Indikator Perilaku, serta hal yang tidak kalah pentingnya adalah Level Kompetensi. Banyak pendapat yang terkait dengan pemahaman Level Kompetensi antara lain "Apakah kompetensi perlu dikembangkan menjadi beberapa level yang berbeda?" serta "Apakah Level Kompetensi sama dengan kriteria Penilaian Kompetensi?".

Jawabannya adalah setiap kompetensi sebenarnya terdiri atas beberapa level. Perbedaannya terletak pada kriteria level dan jumlah level yang dimunculkan untuk setiap kelompok kompetensi. Sebagai contoh, untuk Kompetensi Teknis perlu dilakukan penjenjangan yang menggambarkan tingkatan keahlian. Pada umumnya, jenjang dibagi menjadi lima yang dimulai dari tingkat pemula (beginner) sampai mahir (expert). Penjenjangan Kompetensi Kepemimpinan berbeda karena pada umumnya mengikuti tuntutan kepemimpinan pada jenjang jabatan di organisasi.

Level Kompetensi (Competency Level) berbeda dengan Kriteria Penilaian Kompetensi (Competency Rating). Level Kompetensi mengacu pada tuntutan perilaku yang diharapkan pada jabatan sedangkan Kriteria Penilaian Kompetensi merupakan acuan bagi penilai dalam menentukan nilai yang akan diberikan berdasarkan kemampuan individu dalam menampilkan tuntutan perilaku yang diharapkan. Kriteria Penilaian Kompetensi merupakan proses yang lebih jauh setelah perusahaan melakukan analisa Level Kompetensi yang dipersyaratkan di jabatan tersebut.

Demikian secara garis besar uraian Level Kompetensi yang diharapkan dapat melengkapi pemahaman kompetensi secara utuh dan menerapkannya sebagai landasan pengembangan SDM yang terintegrasi agar secara optimal menghasilkan talent-talent perusahaan. (Aria)

Tags : SDM, Assessment, Management

Artikel Selanjutnya : Membangun Pendekatan Talent Management Yang Benar-Benar Terintegrasi

Artikel Sebelumnya


Komentar




Orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang melihat tujuannya dengan jelas dan menjurus kearahnya tanpa menyimpang.

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Inovasi Partnership Training SDM Assessment Leadership Management